59 TITIK KEBUN GANJA DI BROMO KETAHUAN LEWAT DRONE

 

 Sumber : Jabar News

Halo Sobat Jobs!

Pada Maret 2025, sebuah operasi gabungan yang melibatkanKementerian Kehutanan dan Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap 59 titik ladang ganja tersembunyi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa ArgosariKecamatan SenduroKabupatenLumajang, Jawa Timur. Penemuan ini mencakup area seluassekitar 1 hektardengan setiap titik ladang memiliki luasbervariasi antara 4 hingga 16 meter persegi

Sumber : Kompas.com

Pengungkapan ladang ganja ini berawal dari patroli rutin dan pemetaan kawasan konservasi yang dilakukan oleh petugasTNBTS menggunakan teknologi drone. Penggunaan drone memungkinkan identifikasi area yang sulit dijangkau secaramanual, sehingga memudahkan pendeteksian aktivitas ilegaldi dalam kawasan hutan

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwakeberhasilan penemuan ini merupakan hasil kolaborasi efektifantara Kementerian Kehutanan dan Kepolisian RI. Beliau juga membantah isu yang mengaitkan penutupan TNBTS dengankeberadaan ladang ganja tersebutmenekankan bahwa operasiini justru menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagaintegritas kawasan konservasi

Sumber : Tempo.co

Dalam proses hukum yang berlangsungPengadilan Negeri Lumajang menggelar sidang dengan agenda pembuktian. Jaksa menghadirkan tiga saksi dari TNBTS untukmemberikan keterangan secara daring, yaitu Yunus (KepalaResor Senduro), Untung (Polisi Hutan), dan Edwy (staf kantorBalai Besar TNBTS). Keterangan mereka memperkuat buktiadanya aktivitas penanaman ganja di kawasan tersebut

Akibat dari operasi iniKepolisian Resor Lumajang telahmenetapkan empat tersangka yang merupakan warga Desa ArgosariKecamatan SenduroKeempatnya saat ini tengahmenjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Lumajangmenunggu putusan atas tindakan mereka yang melanggarhukum dan merusak ekosistem hutan lindung

Penemuan ladang ganja ini menyoroti pentingnya pengawasandan patroli yang lebih ketat di kawasan konservasiKetuaDPR RI, Puan Maharani, menyatakan keprihatinannya dan meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki sertamenindaklanjuti temuan tersebut secara tuntas

Sumber : Metro TV

Selain ituperistiwa ini juga memicu diskusi mengenairegulasi penggunaan drone di kawasan konservasiBeberapapihak berspekulasi bahwa pembatasan penggunaan drone bertujuan untuk menyembunyikan aktivitas ilegalnamunKementerian Kehutanan menegaskan bahwa regulasi tersebuttelah diterapkan sejak 2019 untuk melindungi ekosistem dan bukan untuk menutupi aktivitas ilegal

Ke depan, Kementerian Kehutanan berkomitmen untukmeningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan TNBTS guna mencegah kejadian serupaPenggunaan teknologiseperti drone dan citra satelit akan dioptimalkan untukmemantau aktivitas di dalam kawasan hutanmemastikankelestarian ekosistem tetap terjaga dan bebas dari aktivitasilegal

 

Penulis : Feby Mutiah | Editor : Feby Mutiah